• Best Gaming Esports
EVOS

Respons EVOS dan RRQ terhadap Isu Pemblokiran

Jadwalesports – Belakangan ini, isu pemblokiran game Free Fire oleh pemerintah Indonesia telah menjadi topik panas di kalangan komunitas gaming. Game yang dikembangkan oleh Garena ini terancam diblokir menyusul kekhawatiran dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dampak negatifnya pada anak-anak. Menanggapi hal ini, dua tim esports besar di Indonesia, EVOS dan RRQ, memberikan pandangan mereka terhadap potensi pemblokiran tersebut.

Masalah EVOS Legends saat takluk dari RRQ diungkap Aji SOA | ONE Esports  Indonesia

Isu pemblokiran ini mencuat setelah KPAI mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak negatif beberapa game, termasuk Free Fire, pada anak-anak. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk memblokir game yang terbukti berdampak negatif terhadap anak-anak. Seto Mulyadi, ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), juga mendukung langkah yang diambil oleh KPAI, menekankan bahwa pemerintah harus proaktif dalam melindungi anak-anak.

Respons Tim EVOS dan RRQ

Dalam wawancara dengan RevivaLTV di acara FFWS SEA Spring 2024, manajer EVOS Divine, Tubagus Ramadhan, mengungkapkan bahwa timnya tidak terlalu khawatir tentang isu pemblokiran karena mereka percaya Garena akan mengambil tindakan yang diperlukan. “Kita gak peduli, mungkin banyak cara, Garena juga gak mungkin diam kalau misalkan benar, ini kan masih isu aja, belum ada tindakan atau apapun, jadi menurut gua ya gausah mikirin itu lah, kita juga enggak ada yang kepikiran sama sekali sih, ya biasalah, biasanya yang kayak gitu-gitu caper,” kata Tubagus.

Adi menekankan bahwa sesuai dengan undang-undang, peran orang tua adalah yang paling penting dalam mendampingi anak-anak mereka, terutama yang berusia di bawah 14 tahun, yang seharusnya tidak memiliki akses bebas ke perangkat seperti smartphone tanpa pengawasan. “Kalau tidak salah di undang-undang pun dijelaskan bahwa anak di bawah 14 tahun gak diwajibkan atau mungkin belum punya hak memegang HP, jadi siapa yang salah? Seharusnya dikoreksi lebih detail ke arah sana, apakah dari pihak developer kah, apakah dari gamenya, apakah dari peran orang tua, apakah peran dari KPAI,” jelas Adi.

Dialog dengan KPAI

Adi juga menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi dengan KPAI atau pihak lain yang ingin mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang masalah ini. Menurutnya, industri game di Indonesia, termasuk Free Fire, telah membawa banyak prestasi dan kebanggaan bagi negara, dan tindakan pemblokiran tanpa pertimbangan menyeluruh dapat merugikan lebih banyak daripada memberi manfaat.

Dari pandangan yang disampaikan oleh perwakilan EVOS dan RRQ, jelas bahwa mereka percaya dialog terbuka, edukasi yang lebih baik kepada orang tua, dan kebijakan yang lebih terinformasi adalah cara yang lebih efektif daripada pemblokiran sepihak. Mereka berharap pemerintah dan KPAI dapat mempertimbangkan dampak luas sebelum mengambil keputusan yang bisa mempengaruhi banyak pihak.

Dalam menghadapi tantangan yang muncul dari kekhawatiran dampak negatif game terhadap anak-anak, penting bagi semua pihak yang terlibat—pemerintah, KPAI, pengembang game, serta komunitas esports—untuk mencari solusi yang berimbang. Hal ini melibatkan dialog yang konstruktif dan kebijakan yang mempertimbangkan berbagai aspek sosial, ekonomi, dan budaya.

Untuk mencapai solusi yang optimal, pemerintah dan pengembang game perlu berkolaborasi secara lebih efektif. Pengembang game dapat berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung dengan mengimplementasikan fitur kontrol orang tua yang lebih ketat dan sistem verifikasi usia yang akurat. Ini akan memastikan bahwa konten game disesuaikan dengan usia pemain dan mencegah akses tidak sah oleh anak-anak di bawah usia yang disarankan.

BACA JUGA :

Edukasi untuk Orang Tua

Edukasi bagi orang tua juga menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan anak. Program dan workshop tentang penggunaan internet dan game yang aman harus lebih sering diadakan. Hal ini akan membantu orang tua memahami cara mengawasi dan mengatur penggunaan media digital oleh anak-anak mereka secara efektif, memungkinkan mereka untuk mengambil peran aktif dalam memilih konten yang sesuai dan aman.

Perlu juga dipertimbangkan bahwa industri game merupakan sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi. jadwal esport Game seperti Free Fire telah menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi teknologi, dan bahkan menghasilkan keuntungan ekspor melalui kompetisi internasional. Pemblokiran sepihak terhadap game tanpa kajian mendalam dapat mempengaruhi negatif terhadap ekonomi lokal dan global.

Seperti yang disampaikan oleh Adi dari RRQ, prestasi yang dihasilkan oleh tim esports Indonesia di kancah internasional telah membawa kebanggaan nasional. Peran game dalam mendukung prestasi ini perlu diakui sebagai bagian positif yang bisa dibangun. Menutup saluran ekspresi seperti game secara keseluruhan mungkin menghalangi potensi ini.

Mencari Kebijakan yang Adil dan Efektif

Mengingat kompleksitas isu ini, langkah-langkah regulasi yang adil dan efektif membutuhkan pertimbangan yang matang. Keputusan Vitobet88 harus didasarkan pada data dan penelitian yang solid, bukan hanya reaksi terhadap insiden terisolasi. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada solusi, bisa diciptakan lingkungan yang aman untuk anak-anak sambil mendukung perkembangan industri game yang sehat dan bertanggung jawab.

Dialog antara semua pihak terkait, dari pembuat kebijakan hingga komunitas gamer, harus terus dijaga. Ini akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak hanya melindungi anak-anak dari konten yang tidak pantas, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri kreatif yang telah menjadi sumber inovasi dan kebanggaan nasional.