• Best Gaming Esports
Suikoden I & II HD

Suikoden I & II HD: Nostalgia dalam Gaya Modern

Jadwalesports.com – Bagi para gamer generasi 90-an dan awal 2000-an, nama Suikoden punya tempat istimewa di hati. Dua game awal dari seri ini, Suikoden I dan II, dikenal bukan hanya karena kisah epiknya, tetapi karena kedalaman karakter, dunia yang luas, dan sistem 108 Stars of Destiny yang ikonik. Kini, setelah penantian panjang, Konami resmi merilis Suikoden I & II HD Remaster: Gate Rune and Dunan Unification Wars—sebuah karya yang menjembatani nostalgia dengan teknologi masa kini.

 

Apakah versi HD Remaster ini memenuhi ekspektasi? Apa yang baru dan apa yang tetap dipertahankan? Dan mengapa Suikoden tetap relevan di era JRPG modern? Mari kita bahas tuntas.

Suikoden I & II HD
jadwalesports.com

Kilas Balik: Apa Itu Suikoden I & II?

Suikoden I pertama kali dirilis pada tahun 1995 untuk PlayStation, disusul oleh Suikoden II pada 1998. Game ini membawa warna berbeda di tengah dominasi JRPG seperti Final Fantasy dan Dragon Quest. Meski secara teknis lebih sederhana, Suikoden menawarkan sesuatu yang lebih: cerita politik yang kompleks, karakterisasi yang kuat, dan gameplay penuh variasi.

 

Konsep utamanya adalah mengumpulkan 108 karakter yang disebut “Stars of Destiny”, yang bisa direkrut sepanjang permainan untuk membentuk pasukan revolusioner. Dari jenderal sampai koki, dari pejuang sampai penyihir—semuanya punya cerita dan peran masing-masing.

 

Yang membuat Suikoden dicintai adalah perpaduan antara strategi militer, konflik emosional, dan sistem gameplay yang mendalam. Di Suikoden II, misalnya, kisah persahabatan yang berujung pengkhianatan antara Riou dan Jowy masih dianggap sebagai salah satu alur cerita terbaik dalam sejarah RPG.

 

HD Remaster: Apa yang Berubah?

 

Suikoden I & II HD Remaster bukan remake penuh, tapi juga jauh lebih dari sekadar port. Konami melakukan sejumlah peningkatan signifikan agar game ini bisa dinikmati oleh gamer modern tanpa menghilangkan rasa aslinya.

 

Berikut adalah fitur utama yang ditawarkan:

 

  1. Visual yang Ditingkatkan

Karakter 2D pixel-art kini tampil lebih tajam dengan filter resolusi tinggi. Latar belakang digambar ulang dengan sentuhan lukisan tangan yang memukau. Efek spell, pertarungan, dan cutscene kini terlihat lebih bersih dan lebih smooth.

 

  1. Musik yang Diperbarui

 

Soundtrack legendaris dari Miki Higashino kini telah di-remaster dengan kualitas audio yang lebih jernih, tanpa menghilangkan nuansa orkestra klasik yang membuat banyak gamer nostalgia. Lagu-lagu seperti “Reminiscence”, “The Even Farther”, dan “Currents” kini bisa dinikmati dengan kualitas audio modern.

 

  1. Fitur Modern

 

  • Auto-battle: sangat berguna untuk grinding
  • Double speed: mempercepat eksplorasi map dan pertempuran
  • Mini-map: memudahkan navigasi
  • Quick Save & Load: menyelamatkan banyak waktu untuk gamer sibuk
  • Achievement system: cocok buat kamu yang perfeksionis

 

Fitur-fitur ini membuat gameplay tetap klasik tapi tidak ketinggalan zaman.

 

Cerita Tetap Sakral: Dua Konflik, Satu Dunia

 

Suikoden I dan II meski berdiri sendiri, terhubung dalam dunia yang sama. Pemain lama akan menyadari bahwa beberapa karakter dari Suikoden I muncul kembali di Suikoden II dengan peran yang berkembang.

 

  • Suikoden I: Gate Rune Wars

Kita mengikuti kisah putra seorang jenderal Kekaisaran Scarlet Moon, yang akhirnya menjadi pemimpin pemberontakan setelah melihat korupsi dan kekejaman penguasa. Ceritanya sederhana di permukaan, tapi menyimpan banyak plot twist dan keputusan berat yang membentuk jalur cerita.

 

  • Suikoden II: Dunan Unification Wars

Dianggap sebagai mahakarya JRPG, game ini mengikuti Riou, remaja yang terjebak dalam konflik antara Highland Kingdom dan Dunan Republic. Tapi highlight-nya adalah dinamika emosional antara Riou dan Jowy Atreides—dua sahabat yang akhirnya harus saling berseberangan demi idealisme dan nasib.

 

Cerita Suikoden II bukan hanya tentang perang, tapi tentang persahabatan, pengkhianatan, politik, dan pilihan moral. Dan yang paling ikonik: game ini punya lebih dari satu ending, tergantung dari pilihan dan siapa saja yang berhasil direkrut.

 

Gameplay: Tiga Mode Bertarung, Satu Pengalaman Penuh Warna

 

Salah satu daya tarik utama permainan ini adalah variasi dalam pertempuran.

 

  1. Turn-Based Battle (6 karakter sekaligus)

Sistem klasik ini masih menyenangkan, apalagi dengan kombinasi Rune Magic dan Unit Combos antara karakter tertentu. Misalnya, kakak-adik akan mendapat skill kombinasi unik jika ditempatkan bersama.

 

  1. Army Battle

Kamu memimpin pasukan besar dalam strategi grid-based, mirip seperti Fire Emblem, tapi lebih simpel dan cepat. Peran karakter sangat menentukan, dan beberapa bisa membuka skill unik untuk mendominasi lawan.

 

  1. 1v1 Duel

Momen-momen epik seperti duel antara Riou dan Jowy disajikan dengan sistem tebak strategi (Attack, Defend, Desperate Attack). Meski sederhana, tensinya sangat terasa karena biasanya duel ini menentukan arah cerita.

 

Semua mode ini kembali dalam HD Remaster, dengan peningkatan visual dan antarmuka yang lebih ramah pemain baru.

 

Bagi Pemain Baru: Kenapa Suikoden Layak Dimainkan Hari Ini?

 

Di tengah era RPG modern yang dipenuhi open world, grafis sinematik, dan sistem kompleks, mengapa Suikoden I & II tetap relevan?

 

  1. Cerita yang Kuat dan Ringkas

Game ini tidak memaksamu menjelajahi dunia luas tanpa arah. Setiap langkah punya arti. Dialog ditulis padat dan emosional. Kamu tidak perlu 80 jam grinding untuk sampai klimaks—tapi tetap merasa puas.

 

  1. Koleksi 108 Karakter = Variasi Gameplay Tak Terbatas

Tidak ada RPG lain yang memungkinkan kamu membangun markas, merekrut karakter dari berbagai latar, dan melihat mereka hidup dalam komunitas. Setiap karakter punya cerita. Bahkan yang hanya jadi juru masak pun bisa memberimu side quest menarik.

 

  1. Perpaduan Simpel dan Dalam

Sistem RPG-nya sederhana, tapi banyak kombinasi dan kemungkinan yang terbuka. Cocok untuk gamer baru, tapi tetap memuaskan veteran.

 

Komentar Komunitas: Cinta Lama yang Tak Pernah Padam

 

Sejak diumumkan, Suikoden I & II HD Remaster sudah memicu euforia komunitas RPG global. Banyak gamer yang mengaku meneteskan air mata saat mendengar ulang musik pembuka. Di media sosial dan forum seperti Reddit, resetERA, dan Steam, review awal rata-rata sangat positif.

 

“Ini bukan sekadar game. Ini potongan hidup masa kecil saya.”

– pengguna Steam dengan waktu main 80+ jam

 

“Remaster terbaik dari Konami sejauh ini. Mereka tidak merusak apapun, hanya mempercantik dan menyempurnakan.”

– komentator RPGFan

 

Masa Depan: Harapan dari Sebuah Kebangkitan

 

Rilisnya HD Remaster ini membuka banyak pintu. Konami selama bertahun-tahun dianggap mengabaikan warisan RPG-nya, tapi kini tampaknya mereka mendengar suara fans.

 

Jika penjualan Suikoden I & II HD Remaster sukses, besar kemungkinan Konami akan:

 

  • Merilis Suikoden III–V versi HD
  • Membuka jalan untuk remake penuh dengan mesin grafis modern
  • Bahkan bisa saja… membuat Suikoden VI dengan tim baru

 

Tak hanya itu, remaster ini juga bisa membangkitkan ketertarikan pada game spiritual successor seperti Eiyuden Chronicle, yang dibuat oleh pencipta asli permainan ini adalah Yoshitaka Murayama (alm).

Baca Juga :

Suikoden Bangkit, dan Kita Siap Bertualang Lagi

 

Suikoden I & II HD Remaster bukan hanya game. Ini adalah jendela menuju masa lalu—tapi dibingkai dengan sentuhan zaman sekarang. Untuk fans lama, ini adalah reuni emosional. Untuk pemain baru, ini adalah pengantar ke salah satu dunia RPG paling kaya yang pernah ada.

 

Di tengah gemerlap RPG modern, Permainan ini datang tanpa dentuman, tapi membawa hati dan jiwa yang tidak banyak game bisa tawarkan. Dan kali ini, semoga Konami benar-benar sadar: warisan sekuat ini pantas terus dirawat.