• Best Gaming Esports

Boostio Tak Percaya Pada Hoki Buruk

Jadwalesports.com – Boostio, salah satu pemain Valorant dari tim Evil Geniuses, meraih gelar juara dalam turnamen Valorant Champions. Namun, meskipun mencapai kesuksesan tersebut, Boostio dan beberapa anggota Evil Geniuses lainnya memutuskan untuk berpisah dengan organisasi mereka.

Setelah kemenangannya di Valorant Champions, dia bergabung dengan tim pemenang First Strike sebelumnya, 100 Thieves, menggantikan Stellar sebagai in-game leader. Namun, karena masalah kontrak, ia tidak bisa segera bergabung dengan tim tersebut dan belum memiliki banyak waktu untuk berlatih.

Pertandingan pertama yang dimainkan oleh 100 Thieves dengan skuad baru mereka berlangsung di Ludwig X Tarik Invitational 2, sebuah acara LAN yang berlokasi di California. Sambil menonton pertandingan-pertandingan tersebut melalui siaran langsung, Dia memberikan beberapa wawasan tentang apa yang dilakukannya sebelum memenangkan Champions.

100 Thieves bail out Boostio | VLR.gg

Boostio Menyentuh Trofi Champions Sebelum Waktunya

Ketika berbicara tentang pengalamannya di Champions, Dia membagikan bahwa ia melakukan sesuatu yang dianggap “sakrilegi” dengan menyentuh trofi sebelum kemenangan mereka.

“Saya tidak lagi percaya pada hoki buruk,” kata Boostio. “Sebenarnya, saya selalu percaya pada karma sepanjang hidup saya, kemudian setelah Champions, mulai mengejek, menyentuh trofi, dan kemudian menang.”

“Anda berarti Anda menyentuh trofi sebelum Anda menang,” tanya Sean Gares. “Itu tidak sopan,” komentar Ludwig.

Ludwig melanjutkan dengan membicarakan bagaimana menyentuh trofi sebelum acara besar dianggap sebagai hal buruk dalam olahraga tradisional. Namun, dia siap untuk menguji keberuntungannya tanpa memikirkan konsekuensinya.

Dengan tim baru untuk tahun 2024, kita akan melihat apakah sikap yang sama percaya diri akan menghasilkan kemenangan seperti yang terjadi dengan Evil Geniuses.

Boostio: “Saya Tidak Percaya Pada Hoki Buruk”

Setelah meraih kemenangan gemilang dalam Valorant Champions, dia dari tim Evil Geniuses mengejutkan banyak orang dengan pernyataannya setelah pertandingan. Ia menyatakan bahwa ia tidak lagi percaya pada hoki buruk, dan ini menjadi perbincangan di komunitas esports.

Sebelum kita membahas pernyataan kontroversial dia ini lebih lanjut, mari kita lihat sejenak profil pemain yang telah mencuri perhatian di Valorant Champions.

Siapa Itu Boostio?

Yang juga dikenal sebagai Jonathan Izak, adalah seorang pemain Valorant profesional yang saat ini bergabung dengan tim 100 Thieves setelah meninggalkan Evil Geniuses. Ia adalah seorang pemain berbakat yang telah sukses dalam berbagai turnamen Valorant.jadwal esport

Kariernya mencapai puncak ketika ia dan timnya, Evil Geniuses, berhasil meraih gelar juara dalam Valorant Champions, salah satu turnamen paling prestisius dalam dunia Valorant. Kemenangan ini membuatnya dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dalam scene Valorant.

Pernyataan Kontroversial

Namun, apa yang membuat pernyataan dia begitu kontroversial? Saat berbicara setelah kemenangan di Valorant Champions, dia mengungkapkan bahwa ia tidak lagi percaya pada hoki buruk. Ia menyatakan bahwa sepanjang hidupnya, ia selalu mempercayai karma, namun semuanya berubah setelah kemenangan ini.

“Sebenarnya, saya selalu percaya pada karma sepanjang hidup saya, kemudian setelah Champions, mulai mengejek, menyentuh trofi, dan kemudian menang,” kata dia.

Pernyataan ini segera menjadi sorotan di komunitas esports, karena banyak pemain dan penggemar percaya pada konsep hoki buruk dalam dunia kompetitif. Menyentuh trofi sebelum memenangkan turnamen, seperti yang dilakukan dia, dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan dan dapat mendatangkan malapetaka.

Reaksi di Komunitas Esports

Reaksi terhadap pernyataan Boostio bervariasi. Beberapa orang menganggapnya sebagai tindakan yang berani dan menyegarkan, sementara yang lain mengkritiknya karena dianggap meremehkan konsep hoki buruk yang diyakini banyak pemain dan penggemar.

Banyak pemain esports yang memiliki ritual atau kepercayaan tertentu sebelum atau selama pertandingan untuk membantu mereka tetap fokus dan meraih keberuntungan. Konsep hoki buruk dan keberuntungan sering menjadi bagian penting dari persiapan mental dalam kompetisi esports.

Namun, ada juga pemain yang tidak mempercayai hoki buruk atau keberuntungan dalam kompetisi mereka. Mereka mungkin lebih fokus pada persiapan teknis dan keterampilan permainan daripada pada aspek spiritual atau supranatural.


Baca Juga:

Apakah Ini Akan Mempengaruhi Karier Boostio?

Pernyataan dia ini mungkin akan mempengaruhi citranya di dunia esports, baik secara positif maupun negatif. Ia telah menjadi sorotan sejak kemenangan besar timnya dalam Valorant Champions, dan pernyataannya tentang tidak percaya pada hoki buruk telah menambah dimensi baru pada perbincangan seputar esports.

Beberapa orang mungkin menganggap pernyataan Boostio sebagai manifestasi kepercayaan diri dan sikap tidak takut terhadap konvensi. Ini bisa membuatnya menjadi figur yang lebih menarik bagi sponsor dan penggemar.

Namun, ada juga kemungkinan bahwa pernyataan ini menimbulkan kontroversi dan memicu reaksi negatif di kalangan pemain, penggemar mempercayai pentingnya hoki.

Satu hal yang pasti, pernyataan ini telah jadi pembicaraan komunitas esports, dan banyak akan mengikuti dengan cermat bagaimana kariernya.

Pernyataannya tentang tidak percaya pada hoki buruk setelah kemenangan dalam Valorant Champions telah menciptakan perdebatan sengit di komunitas esports.

Kunjungi situs kami di Mildcasino